Kamis, 14 Juni 2012

METODE PENYULUHAN PERTANIAN




Tujuan Penyuluhan Pertanian : Agar terjadi dinamika dan perubahan pada diri petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian dan pelaku usaha beserta keluarganya.
Dinamika perubahan yang diharapkan
  Perilaku (behavior) meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap
  Kepribadian( personality) meliputi kemandirian, ketidaktergantungan, keterbukaan, kemampuan kerjasama, kepemimpinan, dan daya saing
Tujuan penyuluhan adalah mengubah perilaku (behavior) petani dan keluarganya yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan.
·         Bertani lebih baik (better farming)
·         Berusahatani lebih menguntungkan (better business)
·         Hidup lebih sejahtera (better living)
·         Membentuk masyarakat tani yang lebih sejahtera  (better   community)
Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara/teknik penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka tahu, mau dan mampu menolong mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar , teknologi, permodalan , sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas , efisiensi usaha, pendapatan  dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup
Teknik Penyuluhan Pertanian Adalah keputusan-keputusan yang dibuat oleh penyuluh dalam memilih serta menata simbol dan isi pesan, menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan (prosedure)
Tujuan  Metode Penyuluhan
  1. Mempercepat dan mempermudah penyampaian materi dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian
  2. Meningkatkan efektivitas  dan efisiensi penyelenggaraan dan pelaksanaan  penyuluhan pertanian
  3. Mempercepat proses adopsi inovasi teknologi pertanian
METODE PENYULUHAN PERTANIAN TERDIRI
1.             TEKNIK KOMUNIKASI
Metode penyuluhan langsung
Dilakukan melalui tatap muka dan dialog antara penyuluh pertanian dengan pelaku utama dan pelaku usaha anatara lain : demonstrasi, kursustani dan obrolan sore
Metode Penyuluhan Tidak Langsung
Metode penyuluhan tidak langsung dilakukan melalui perantara (media komunikasi) antara lain : pemasangan poster, penyebaran brosur/leaflet/folder, siaran radio, televisi, pemutaran film/slide
2.             JUMLAH SASARAN
Pendekatan Perorangan : Penyuluhan pertanian yang dilakukan secara perorangan antara lain : kunjungan rumah/lokasi usaha, surat menyurat, hubungan telpon
Pendekatan kelompok : Penyuluhan pertanian yang dilakukan secara kelompok antara lain : diskusi, karya wisata, kursustani,pertemuan kelompok
Pendekatan massal : penyuluhan pertanian yang dilakukan secara massal antara lain : siaran radio. Televisi, pemasangan poster/spanduk, dan kampanye
3.             INDERA PENERIMA DARI SASARAN
Indera Penglihatan ; Dalam metode ini materi penyuluhan pertanian diterima sasaran melalui indera penglihatan antara lain : penyebaran bahan cetakan, slide, album foto
Indera Pendengaran : Dalam metode ini materi penyuluhan  diterima sasaran melalui indera pendengaran , antara lain : hubungan tilpun, obrolan sore dan siaran pedesaan
Kombinasi Indera Penerima : Dalam metode ini materi penyuluhan  diterima oleh sasaran melalui kombinasi  antara indera penglihatan, pendengaran , penciuman serta perabaan, antara lain: demonstrasi cara/hasil, pemutaran film/video dan siaran televisi

Hasil penelitian Soconi Vacum Oil bahwa adopsi terhadap suatu inovasi yang diterima indera adalah : Melalui indera pengecap 1 % Melalui indera peraba 1,5 % Melalui indera pencium 3,5 % Melalui indera pendengar 11 % Melalui indera penglihat 83 %

JENIS METODE PENYULUHAN PERTANIAN BERDASARKAN  TUJUAN

1.             PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN INOVASI
·      Temu Wicara adalah dialog antara pelaku utama dan pelaku usaha dengan pejabat pemerintah membicarakan perkembangan dan pemecahan masalah pembangunan pertanian.
·      Temu Lapang (field day) adalah  pertemuan antara pelaku utama dan pelaku usahadengan penyuluh pertanian dan/atau peneliti/ahli pertanian di lapangan untuk mendiskusikan keberhasilan usahatani dan/atau mempelajari teknologi yang sudah diterapkan.
·      Temu Karya adalah  pertemuan sesama pelaku utama dan pelaku usaha untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan gagasan dalam kegiatan usahatani.
·      Temu Usaha adalah  pertemuan antar pelaku utama dengan pelaku usaha/pengusaha dibidang agribisnis dan/atau agroindustri agar terjadi tukar menukar informasi berupa peluang usaha, permodalan, teknologi produksi, pascapanen, pengolahan hasil, serta pemasaran hasil, dengan harapan akan terjadi kontrak kerjasama.    
2.             Pengembangan kepemimpinan
·      Rembug Paripurna adalah pertemuan lengkap seluruh anggota pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat nasional/provinsi/kabupaten/kota ditambah utusan dari wilayah dibawahnya yang membahas masalah umum pembangunan pertanian yang akan menjadi dasar kegiatan organisasi tingkat nasional.
·         Rembug Utama adalah pertemuan lengkap seluruh anggota pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha, untuk menilai/mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan program dan rencana kerja periode yang lalu, serta menyusunkepengurusan nasional/provinsi/kabupaten/kota periode yang akan datang
·      Rembug Madya adalah pertemuan para anggota pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan Pekan Nasional Pertemuan Pelaku Utama dan Pelaku usahap emecahan suatu masalah yang dihadapi untuk kemudian dilaksanakan olehmereka sendiri beserta kelompoknya.
·      Mimbar Sarasehan adalah pertemuan konsultasi secara berkala dan berkesinambungan antara pelaku utama dan pelaku usaha andalan  pemerintah terutama lingkup pertanian untuk perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan pertanian.    
3.             Pengembangan kerukunan dengan masyarakat
·      Temu Akrab adalah  kegiatan pertemuan untuk menjalin keakraban antara pelak utama dengan masyarakat setempat/sekitar lokasi pertemuan.
·      Ceramah adalah media penyampaian informasi secara lisan kepada pelaku utama,pelaku usaha dan/atau tokoh masyarakat dalam suatu pertemuan
·      Demonstrasi adalah peragaan suatu teknologi (bahan, alat atau cara) dan atau hasil penerapannya secara nyata yang dilakukan oleh demonstrator kepada pelaku utama dan pelaku usaha.
Ditinjau dari materi, demonstrasi dibedakan
a.        Demonstrasi cara, peragaan cara kerja suatu teknologi, antara lain : demonstrasi cara pemupukan, demonstrasi cara penggunaan alat perontok.
b.        Demonstrasi hasil, peragaan hasil penerapan teknologi, antara lain: demonstrasi hasil budidaya padi varietas unggul, demonstrasi hasil penggunaan alat perontok padi.     
c.         Demonstrasi cara dan hasil, gabungan peragaan cara dan hasil suatu teknologi. 
Ditinjau dari luasan areal dan pelaksana demonstrasi dibedakan
a.        Demonstrasi plot (Demplot), peragaan penerapan teknologi oleh petani perorangan dilahan usahataninya.
b.        Demonstrasi usahatani (Dem farm), peragaan penerapan teknologi oleh kelompoktani dalam hamparan usahatani anggotanya.
c.         Demontrasi area (Dem area), peragaan penerapan teknologi secara bersama oleh gabungan kelompoktani dalam hamparan usahatani anggotanya.


4.             KAJI TERAP
Uji coba teknologi yang dilakukan oleh pelaku utama untuk meyakinkan keunggulan teknologi anjuran dibandingkan teknologi yang pernah diterapkan,sebelum diterapkan atau dianjurkan kepada pelaku utama lainnya.
5.             KARYA WISATA
Kegiatan peninjauan oleh sekelompok   pelaku utama untuk melihat dan   mempelajari keberhasilan penerapan teknologi usahatani di satu atau beberapa tempat.
6.             KUNJUNGAN RUMAH/TEMPAT USAHA
Kunjungan terencana oleh penyuluh ke rumah atau tempat usaha pelaku utamadan atau pelaku usaha.
7.             KURSUS TANI
Proses belajar-mengajar yang diperuntukan bagi para pelaku utama beserta keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu 
8.             MAGANG DI BIDANG PERTANIAN
Proses belajar mengajar antar pelaku utama dengan bekerja di lahan dan/ atau tempat usahatani pelaku utama yang berhasil.
9.             MIMBAR SARASEHAN
Forum konsultasi antara wakil pelaku utama dan/atau pelaku usaha dengan pihak pemerintah secara periodik dan berkesinambungan untuk musyawarah dan mufakat dalam pengembangan usaha pelaku utama dan pelaksanaan program pembangunan pertanian.
10.         OBROLAN SORE
Percakapan antar pelaku utama yang dilakukan sore hari dengan santai dan akrab mengenai pengembangan usahatani dan pembangunan pertanian.
11.         PAMERAN
Usaha untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang,peta, grafik, gambar, poster, benda hidup dan sebagainya secara sistematik pada suatu tempat tertentu.
12.         PEMBERIAN PENGHARGAAN
Kegiatan untuk memotivasi pelaku utama melalui pemberian penghargaan atas prestasinya dalam kegiatan usahatani.
13.         PEMUTARAN FILM
Merupakan metode penyuluhan dengan menggunakan alat film yang bersifat visual dan massal, serta menggambarkan proses sesuatu kegiatan.
14.         PEMASANGAN POSTER/SPANDUK      
Merupakan metode penyuluhan dengan menggunakan gambar dan sedikit kata-kata yang dicetak pada kertas/bahan lain yang berukuran tidak kurang dari 45cm x 60 cm, dan ditempelkan pada tempat-tempat yang sering dilalui orang atau yang sering digunakan sebagai tempat orang berkumpul di luar suatu ruangan.
15.         PENYEBARAN BROSUR, FOLDER, LEAFLET  DAN MAJALAH
Merupakan metode penyuluhan dengan menggunakan brosur, folder, leaflet dan majalah yang dibagikan kepada masyarakat pada saat-saat tertentu, antara lain pada saat pameran, kursus tani, temu wicara, temu karya dan lain-lain atau berlangganan khusus untuk majalah.
16.         PERLOMBAAN UNJUK KETANGKASAN
Merupakan suatu kegiatan dengan aturan serta waktu yang ditentukan untuk menumbuhkan persaingan yang sehat antar petani untuk mencapai prestasi yang diinginkan secara maksimal.
17.         DISKUSI
Merupakan suatu pertemuan yang jumlah pesertanya tidak lebih dari 20 orang dan biasanya diadakan untuk bertukar pendapat mengenai suatu kegiatan yang akan diselenggarakan, atau guna mengumpulkan saran-saran untuk memecahkan permasalahan.
18.         PERTEMUAN UMUM
Merupakan suatu rapat atau pertemuan yang melibatkan instansi terkait, tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat. Pada pertemuan ini disampaikan beberapa informasi tertentu untuk dibahas bersama dan menjadikan kesepakatan yang dicapai sebagai pedoman pelaksanaannya.
19.         SIARAN PEDESAAN MELALUI RADIO
Merupakan siaran khusus yang ditujukan bagi para petani dan keluarganya dengan maksud menyebarkan secara cepat informasi-informasi dan pengetahuan baru di bidang pertanian secara luas.  Dengan dilakukannya dengar pendapat, diskusi dan gerak oleh kelompok pendengar maka efektivitas penangkapan informasi ditingkatkan sehingga memungkinkan terjadinya adopsi.
20.         TEMU AKRAB
Pertemuan untuk menjalin keakraban antara pelaku utama dengan masyarakat setempat/sekitar lokasi pertemuan.
21.         TEMU KARYA         
Pertemuan antar pelaku utama untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta belajar atau saling mengajarkan sesuatu pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan. Bentuk kegiatannya merupakan ungkapan pengalaman seseorang yang telah berhasil menerapkan suatu teknologi baru di bidang usahataninya.
22.         TEMU LAPANG       
Merupakan pertemuan antara petani dengan peneliti untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan umpan balik dari petani.
23.         TEMU TUGAS
Merupakan pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, peneliti,pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaan petani beserta keluarganya.
24.         WIDYAWISATA
 Merupakan suatu perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompoktani untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, atau melihat suatu akibat tidak ditetapkannya teknologi di suatu tempat.
PRINSIP-PRINSIP METODE PENYULUHAN PERTANIAN
1.             Upaya pengembangan untuk berpikir
Prinsip ini dimaksudkan bahwa melalui penyuluhan pertanian, harus mampu menghasilkan petani yang mandiri, mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi dan mampu mengembangkan kreativitas untuk setiap potensi dan peluang dalam memperbaiki kehidupannya
2.             Tempat yang paling baik adalah di tempat   sasaran
Prinsip ini akan mendorong petani belajar pada situasi nyata sesuai permasalahan yang dihadapi
3.             Setiap individu terkait dengan lingkungan sosialnya
Prinsip ini mengingatkan kepada penyuluh bahwa keputusan yang diambil petani dilakukan berdasarkan lingkungan sosialnya
4.             Ciptakan hubungan yang akrab dengan sasaran
Keakraban hubungan antara penyuluh dan sasaran memungkinkan terciptanya keterbukaan sasaran dalam mengemukakan masalahnya
DASAR PERTIMBANGAN PEMILIHAN METODE  PP
1.        Tahapan dan Kemampuan Adopsi
Tahapan adopsi inovasi
v  Tahap penumbuhan perhatian, di mana pelaku utama dan/atau pelaku usaha sekedar mengetahui adanya gagasan/ide atau praktek baru untuk pertama kalinya;
v  Tahap penumbuhan minat, di mana pelaku utama dan/atau pelaku usaha ingin mengetahui lebih banyak perihal baru tadi, dan berusaha mencari informasi lebih lanjut;
v  Tahap menilai, di mana pelaku utama dan/atau pelaku usaha mampu membuat
v  Tahap mencoba, di mana pelaku utama dan/atau pelaku usaha mencoba gagasan baru atau praktek baru;
v  Tahap menetapkan, di mana pelaku utama dan/atau pelaku usaha meyakini gagasan atau praktek baru itu dan menetapkan sepenuhnya secara berkelanjutan di dalam usahataninya
Kemampuan Adopsi Inovasi
Berdasarkan kemampuan adopsi inovasi, pelaku utama dapat dikelompokkan menjadi inovator, penerap dini, penerap awal, penerap akhir,dan penolak. Tahapan dan kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha adopsi inovasi menentukan metode penyuluhan pertanian yang akan digunakan.
2.             Sasaran (Pelaku Utama dan Pelaku Usaha)
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan metode penyuluhan dari aspek sasaran antara lain:
1)        Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran
2)        Sosial budaya mencakup antara lain adat kebiasaan, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada.
3)        Jumlah sasaran yang hendak dicapai pada suatu waktu tertentu.
3.             Sumber Daya Penyuluhan
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan metode penyuluhan dari aspek sumber daya penyuluhan antara lain:
1)        Kemampuan penyuluh
2)        Materi penyuluhan
3)        Sarana dan biaya penyuluhan
4.             Keadaan Daerah
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan metode penyuluhan dari aspek kondisi daerah, antara lain:
1)        Musim
2)        Keadaan usahatani
3)        Keadaan lapangan
5.             Kebijakan Pemerintah
Kebijakan Pemerintah atau pemerintah daerah menentukan dalam pemilihan metode penyuluhan.
oooooooooooooOOOoooooooooooo


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar